31.8.10

Baru-baru ini Malaysia membuat rakyat Indonesia marah kembali ,ada sebuah surat dari seorang warga masyarakat Malaysia yang takut Indonesia menyerang Malaysia namun mereka tidak sadar terhadap apa yang mereka lakukan malah mereka berkata pemerintahan Indonesia tidak tegas karen membiarkan rakyatnya seperti itu ,berikut suratnya (telah diterjemahkan ,sumber : terselubung.blogspot.com) : 
Besok, kita merayakan hari kemerdekaan. Tapi simbol kedaulatan dan kebanggaan kita, Jalur Gemilang; diinjak, dibakar, dan diludahi oleh warga negara yang kita anggap sebagai tetangga terdekat. Mereka bahkan melempar tinja ke kedutaan besar kita.
Ini sangat menyakitkan, bahwa warga Indonesia–yang adalah saudara muslim kita–melakukannya di bulan suci Ramadhan, jelang umat muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri; sebuah hari yang penuh kebaikan dan maaf.
Massa Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) bahkan makin berani hari ke hari, mereka berdemonstrasi serupa di Banda Aceh dan Pekanbaru.
Bendera adalah kelompok yang sama yang mengancam untuk menyerang kita dengan tongkat dan batu tahun lalu–ketika tuduhan perilaku buruk kepada pembantu asal Indonesia diarahkan pada kita. Kali ini mereka menggunakan isu penangkapan tiga staf pemerintah oleh aparat Malaysia, 13 Agustus lalu.
Bendera berteriak-teriak ‘Ganyang Malaysia’ dan ‘Malingsia’. Bahkan mereka mengancam menggunduli warga negara Malaysia sebelum mengirim mereka pulang. Jelas sekali, ada sesuatu yang mendasar yang menyebabkan mereka berani bertindak seperti itu.
Kelompok ini tidak akan punya keberanian untuk mendemo Petronas dan Bank CIMB Niaga tanpa ada persetujuan diam-diam dari beberapa tangan yang tak terlihat.
Isu juga dipanaskan politisi dan anggota parlemen di Indonesia. Mereka justru mendukung gerakan seperti itu. Mereka bahkan meminta pemerintah memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Malaysia. Sementara media massa Indonesia jadi ‘kipas’, makin memanaskan sentimen anti-Malaysia.
Kita bertanya-tanya, mengapa aparat Indonesia tidak mencegah pengunjuk rasa menyerang kedutaan Malaysia. barikade, atau gas air mata misalnya. Memang ada yang ditangkap, tapi semuanya dilepaskan.
Kita, orang Malaysia, sudah bertindak mulia dengan tidak membalas tindakan itu. Ini langkah bijak karena kita tak ingin ada serangan balik dari 2 juta penduduk Indonesia, legal atau ilegal, yang ada di negara kita. Tapi berapa lama kita harus menahan diri?
Saya takut, kebaikan kita dianggap sebagai kelemahan.
Saya khawatir atas keselamatan orang Malaysia di Indonesia. Kita harus segera memulangkan duta besar, staf kedutaan, dan semua mahasiswa Malaysia di sana. Memberi kesempatan pada mereka merayakan Idul Fitri dengan damai dan tenang.
Kita juga harus menghentikan kunjungan ke Indonesia saat ini. Nanti, ketika situasi sudah damai kembali, mereka bisa kembali ke Indonesia.
Aksi protes tidak lebih dari sebuah tampilan arogan yang terus tumbuh besar dan kuat. Ini mungkin hanya ancaman kosong dan mungkin tidak menimbulkan risiko untuk warga negara kita. Tapi, bagaimanapun, kedaulatan dan martabat kita telah diganggu.
Indonesia berutang kata maaf.
kalimat terakhir yang ditulis membuat marah ,para masyarakat ,karena seharusnya Malaysia-lah yang berhutang kata maaf .Saat saya pergi ke Malaysia beberapa bulan lalu ,di depan turis Indonesia sendiri mereka menyanyikan lagu Rasa Sayange dan memainkan musik Lenggang Kangkung .Ia juga katanya mengklaim cendol ,dodol ,bunga rafflesia ,tari pendet dan reog ponorogo dan beberapa pulau termasuk Ambalat yang kaya akan gas dan minyak buminya .kemarin ini juga mereka mengcopy lagu dari salah seorang penyanyi Indonesia,Saykoji dan juga menyiksa para TKI kita disana bahkan ada yang disetrika ,dll .Kita memang harus meminta maaf ,tapi untuk apa meminta maaf jika pihak yang satunya tidak sadar dan juga tetap menjalani hobinya yaitu mengklaim mirik orang ? .Mengapa saat itu mereka telah mengakui bahwa rasa sayange, reog ponorogo bukan milik mereka tetapi tetap mereka klaim ? .Seharusnya semangat Soekarno yang memberi pidato Ganyang Malaysia itu masih ada .Berikut pidatonya (sumber: wikipedia)

Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena 
Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Soekarno.



Semoga di bulan ramadhan ini Indonesia dan Malaysia bisa bersahabat lagi ,mereka bisa menyadari kesalahannya dan Indonesia juga bisa mempertegas pemerintahannya dan menjalin hubungan harmonis kembali .


21.33
message


hello :D welcome to my blog
feel free to read anytime

-thalia-
blog counter
blog counter

Free Blog Content

my profile


Hello !!
Thalia Puspita Tiono
16june95
1oth grade SMA DB2
like to read ,texting ,phoning, chatting ,playing computer n more :D
,

add me on facebook : Thalia Puspita Tiono
follow me on twitter : @thaliapuspita


advertisement

iklan :
facebook
twitter
youtube
kikiyo
4shared

education

pengetahuan :
terselubung
detik
wikipedia
web Pak Nolly
google translate

entertainment

intertainmen :
omegle
games 1
games 2
polyvore
looklet



Games

cara bermain :
klik begin
klik computer / mouse / penggaris / lemari diatas /dan tangan tokoh untuk memukul



cara bermain :
klik play
tunggu sampai komputer tersebut error
klik pc / komputer / mouse unntuk menghancurkan
klik gambar tang untuk bermain lagi


cara bermain :
klik play
klik muka orangnya
pencet semua jerawatnya